Senin, 11 April 2016

Pohon adalah Keluarga Kita


Indonesia adalah Negara dengan jumlah luas hutan terbesar di dunia yaitu 884.950 km², sekitar 46,46% wilayah Indonesia merupakan kawasan perhutanan. Hutan tersebut rupanya tidak hanya sebagai lingkungan dimana banyak tinggal habitat hewan, namun juga sebagai penampung karbondioksida, modulator hidrologika dan yang terpenting adalah merupakan salah satu aspek biosfer bumi.
Hutan yang tampak rimbun itu juga tidak hanya digunakan sebagai pelindung bumi, namun juga merupakan asset Indonesia yang wajib untuk dijaga dan dilindungi oleh penduduk Indonesia sendiri.
Selain berfungsi sebagai ekosistem, hutan juga berperan sebagai penyedia sumber air, penghasil oksigen, tempat tinggal flora dan fauna, penyeimbang lingkungan dan sebagai pencegah timbulnya pemanasan global.
Namun sejak beberapa tahun terakhir, sudah banyak hutan di Indonesia yang dihancurkan secara sengaja oleh cuaca atau oleh tangan manusia. Selain itu sudah berjuta-juta pohon pula yang habis terbakar.
Selain berdampak pada pemanasan global, ternyata kebakaran hutan juga menyebabkan tersebarnya emisi gas CO2ke atmosfer, kekeringan, infeksi saluran nafas dan kanker paru-paru terutama untuk yang berusia lanjut dan anak-anak, dan menyebabkan kebanjiran.
Contohnya saja kebakaran yang terjadi di Riau pada tahun 2015 kemarin. Kebakaran yang menyebabkan kabut asap dan gangguan pernafasan ini menjadi suatu permasalahan yang sangat berat di Indonesia. Karena tidak hanya warga Riau saja yang terkena dampak dari kebakaran hutan, namun juga Negara lain.
Walaupun mungkin fungsi hutan tidak terlihat dan terasa secara jelas, namun ternyata peran hutan sangat mempengaruhi kehidupan ekosistem di bumi.
Oleh sebab itulah untuk mengatur kembali ekosistem di bumi dan membantu mengurangi dampak dari pemanasan global, marilah kita menjadikan pohon sebagai keluarga kita.
Yang dimana satu pohon sangat berarti, sehingga tidak ada lagi tangan-tangan jahat manusia yang berusaha merusak hutan untuk kepentingan dan keuntungannya sendiri. Tujuan dari pola pikir ini adalah untuk keberlanjutan ekosistem di bumi, dan juga untuk membantu bumi untuk mengurangi dampak dari pemanasan global.

Bila bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga dan merawat bumi. Kalau bukan sekarang,kapan lagi waktu kita untuk memperbaiki bumi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar