Selasa, 19 April 2016

feature






Jadikan Bumi Lebih Indah


Jakarta, 19 April 2016 - Teriknya matahari dan tangan yang mungil, terlihat asyik bermain tanpa takut untuk kotor. Walaupun silaunya matahari menyinari mereka, namun tidak menjadi penghalang bagi 2 anak kecil ini untuk tetap menanam tanaman. Meski diusia yang sangat muda, namun kepedulian dan ketulusan yang mereka berikan terlihat dari setiap sentuhan yang mereka berikan.
 
Kepedulian yang mereka tunjukkan, mengajarkan bahwa tidak perlu usia yang dewasa, biaya yang besar dan perlengkapan yang banyak untuk ikut melestarikan lingkungan. Karena yang sesungguhnya diperlukan adalah kemauan, kemauan untuk melakukan hal kecil namun mempunyai dampak yang besar bagi lingkungan disekitar kita.
Begitulah gambaran dari foto yang ada pada Exhibition di Universitas Bunda Mulia. Exhibition yang diadakan ini adalah dalam rangka Pekan Pengetahuan atau Social Science Week yang diselenggarakan oleh Prodi Ilmu Komunikasi.
Dalam Exhibition ini, terdapat 50 foto dan 20 artikel yang didapat langsung dari mahasiswa UBM, tentunya dengan hasil seleksi yang dilakukan oleh Yuri Alfrin dan Cosmas selaku team dosen dalam acara ini.
Selain dipamerkan, foto dan artikel yang dipajang juga akan dilombakan dan pemenangnya akan mendapatkan hadiah sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh pihak penyelenggara.
Pameran yang berlangsung pada tanggal 19 April  s/d 23 April 2016 ini mengangkat tema Earth Focus On The Future. Maksud dari Event ini adalah untuk mengingatkan generasi muda mengenai keberlanjutan lingkungan hidup.
Pameran foto dan essai yang diadakan di The UBM Plaza ini adalah pameran pertama yang dilakukan dengan kerjasama antara Club Journal Is Me, Club Click dan Comrade selaku Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi.
Gugi Permato selaku ketua dari pameran ini berpendapat bahwa acara ini sangat berguna karena melalui acara ini mahasiswa UBM dapat sadar akan buminya yang semakin panas dan juga untuk menyadarkan akan lingkungan.
Selvia Pangestu yang berkunjung pada pameran SSW ini juga beranggapan bahwa acara ini sangat bagus untuk diadakan, karena sesuai dengan tema nya, dapat membuat kita mengetahui bagaimana bumi kita kedepannya dan bagaimana keadaan bumi kita sekarang. Melalui acara ini pula dapat membangkitkan kesadaran kita untuk ikut melestarikan lingkungan.
Harapan untuk pameran ini adalah agar dapat dilangsungkan setiap tahun dan juga melalui pameran ini, kesadaran mahasiwa UBM akan meningkat hanya dengan cara tidak membuang sampah sembarangan.

Selasa, 12 April 2016

PRESS RELEASE



Workshop Penanaman Pohon

Jakarta, 12 April 2016 - Komunitas Penghijauan Bumi (KPB) akan menjelaskan dan mengajak seluruh masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam menghijaukan bumi kita, dengan cara melakukan penanaman pohon disekitar bantaran kali.
Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah air kali yang meluap yang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, dan juga sebagai sumber penyedia air, penghasil oksigen, tempat tinggal flora dan fauna, penyeimbang lingkungan dan sebagai pencegah timbulnya pemanasan global.
Oleh sebab itulah untuk membantu mencegah pemanasan global, KPB mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menanam pohon yang nantinya akan dibimbing oleh tenaga ahli yang profesional.
Alasan yang menjadikan kegiatan ini dijalankan adalah disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pohon-pohon disekitar kita, yang menjadikan banyak tangan-tangan manusia yang tidak bertanggungjawab yang merusak kehidupan pohon-pohon yang semua ekosistem yang bergantung pada pohon.
Yang dimana satu pohon sangat berarti, untuk keberlanjutan ekosistem di bumi, dan juga untuk membantu bumi untuk mengurangi dampak dari pemanasan global.
Contohnya saja kebakaran yang terjadi di Riau pada tahun 2015 kemarin. Kebakaran yang menyebabkan kabut asap dan gangguan pernafasan ini menjadi suatu permasalahan yang sangat berat di Indonesia. Karena tidak hanya warga Riau saja yang terkena dampak dari kebakaran hutan, namun juga Negara lain.


Walaupun mungkin fungsi hutan tidak terlihat dan terasa secara jelas, namun ternyata peran hutan sangat mempengaruhi kehidupan ekosistem di bumi. Oleh sebab itulah untuk mengatur kembali ekosistem di bumi dan membantu mengurangi dampak dari pemanasan global, marilah kita bersama-sama menanam pohon.
Kegiatan ini akan dilakukan pada:
Hari/Tanggal   :           Sabtu, 3 April 2016
Pukul               :           15.00 WIB
Tempat            :           Kali Pesanggrahan

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Theresia
Humas Komunitas Penghijauan Bumi
telp: 08974564125
email: theresiaherma01@yahoo.com

Senin, 11 April 2016

Pohon adalah Keluarga Kita


Indonesia adalah Negara dengan jumlah luas hutan terbesar di dunia yaitu 884.950 km², sekitar 46,46% wilayah Indonesia merupakan kawasan perhutanan. Hutan tersebut rupanya tidak hanya sebagai lingkungan dimana banyak tinggal habitat hewan, namun juga sebagai penampung karbondioksida, modulator hidrologika dan yang terpenting adalah merupakan salah satu aspek biosfer bumi.
Hutan yang tampak rimbun itu juga tidak hanya digunakan sebagai pelindung bumi, namun juga merupakan asset Indonesia yang wajib untuk dijaga dan dilindungi oleh penduduk Indonesia sendiri.
Selain berfungsi sebagai ekosistem, hutan juga berperan sebagai penyedia sumber air, penghasil oksigen, tempat tinggal flora dan fauna, penyeimbang lingkungan dan sebagai pencegah timbulnya pemanasan global.
Namun sejak beberapa tahun terakhir, sudah banyak hutan di Indonesia yang dihancurkan secara sengaja oleh cuaca atau oleh tangan manusia. Selain itu sudah berjuta-juta pohon pula yang habis terbakar.
Selain berdampak pada pemanasan global, ternyata kebakaran hutan juga menyebabkan tersebarnya emisi gas CO2ke atmosfer, kekeringan, infeksi saluran nafas dan kanker paru-paru terutama untuk yang berusia lanjut dan anak-anak, dan menyebabkan kebanjiran.
Contohnya saja kebakaran yang terjadi di Riau pada tahun 2015 kemarin. Kebakaran yang menyebabkan kabut asap dan gangguan pernafasan ini menjadi suatu permasalahan yang sangat berat di Indonesia. Karena tidak hanya warga Riau saja yang terkena dampak dari kebakaran hutan, namun juga Negara lain.
Walaupun mungkin fungsi hutan tidak terlihat dan terasa secara jelas, namun ternyata peran hutan sangat mempengaruhi kehidupan ekosistem di bumi.
Oleh sebab itulah untuk mengatur kembali ekosistem di bumi dan membantu mengurangi dampak dari pemanasan global, marilah kita menjadikan pohon sebagai keluarga kita.
Yang dimana satu pohon sangat berarti, sehingga tidak ada lagi tangan-tangan jahat manusia yang berusaha merusak hutan untuk kepentingan dan keuntungannya sendiri. Tujuan dari pola pikir ini adalah untuk keberlanjutan ekosistem di bumi, dan juga untuk membantu bumi untuk mengurangi dampak dari pemanasan global.

Bila bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga dan merawat bumi. Kalau bukan sekarang,kapan lagi waktu kita untuk memperbaiki bumi.

Selasa, 02 Februari 2016

tugas media online



kecelakaan beruntun menyebabkan kematian

Jakarta, (UBMnews)- Kecelakaan beruntun di depan Universitas Bunda Mulia telah menewaskan 2 pengguna kendaraan bermotor. kecelakaan yang terjadi pada hari Rabu malam (21/1) tersebut ikut menyebabkan kemacetan lalulintas.

terkait dengan kecelakaan yang terjadi di depan universitas bunda mulia pada Hari Rabu (21/1), menurut saksi mata sebuah kendaraan bermotor berusaha menyalip dari sisi kanan ke sisi kiri dan menabrak motor lain yang sedang melaju cepat sehingga terjadi tabrakan yang membut mobil dibelakang motor tersebut berhenti dan menyebabkan terjadinya tabrakan beruntun sepanjang 1km.

terkait dengan kasus ini, saksi mata yang merupakan korban kecelakaan tersebut ikut mengatakan bahwa pengemudi tersebut mengemudi dengan cepat dan cukup ugal-ugalan. kepolisian yang menyelidiki juga mengatakan bahwa terjadinya kecelakaan ini adalah disebabkan oleh pengendara motor sehabis meminum minuman beralkohol sehingga pengendara tersebut mabuk dan menyebabkan pengemudi berjalan ugal-ugalan.

terkait dengan peristiwa kecelakaan, korban yang meninggal sebanyak 2 orang dan yang mengalami luka ringan sebanyak 3 orang. korban yang meninggal bernama,
1. adam syahreza (25), Sunter
2. mario putra (27), Pademangan
dan yang mengalami luka ringan bernama,
1. amanda ria (20, Sunter
2.felisya ira (22), Mangga Besar
3. dika wijaya (21), Pademangan